Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » PHP » Sejarah dan Perkembangan PHP

Sejarah dan Perkembangan PHP

(649 Views) March 23, 2017 10:33 am | Published by | No comment

Sebagaimana layaknya teknologi yang selalu berkembang, PHP juga melalui banyak perubahan dari tujuan awal. Bahkan PHP sebenarnya tidak direncanakan menjadi sebuah bahasa pemro- graman.

Oleh karena itu, tidak ada salahnya kita melihat sejenak bagaimana perjalanan PHP sejak kemunculan pertamanya lebih dari 2 dekade yang lalu. Sejarah PHP ini saya banyak mengambil sumber dari wikipedia¹ dan php.net²

2.1   Sejarah PHP 

PHP/FI : Personal Home Page/Forms Interpreter

Cikal bakal PHP berasal dari sebuah script dalam bahasa C yang dibuat tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf. Rasmus Lerdorf merupakan seorang programmer kelahiran Denmark yang saat ini berdomisili di Kanada.

Script yang dirancang Lerdorf ini bertujuan untuk mencatat jumlah user yang mengunjungi website pribadinya. Beberapa waktu kemudian, ia menambahkan fitur lain seperti penanganan form HTML dan menampilkan data dari database.

Rasmus Lerdorf menyebut kode program ini dengan sebutan Personal Home Page/Forms Interpreter atau PHP/FI. Inilah asal mula penamaan PHP. PHP/FI dapat digunakan untuk membuat aplikasi web dinamis sederhana.

Satu tahun berikutnya (1995), Rasmus Lerdorf merilis kode tersebut ke publik dengan nama Personal Home Page Tools (PHP Tools) version 1.0, yang kemudian dikenal sebagai PHP 1. Dapat dilihat bahwa pada awalnya PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page.

Perilisan ini diumumkan pada 8 Juni 1995 di alamat comp.infosystems.www.authoring.cgi, sebuah group diskusi Usenet. Jika anda tertarik membaca pengumuman rilis PHP versi 1 ini bisa mengaksesnya di groups.google.com³.

PHP/FI sebenarnya tidak di tujukan menjadi bahasa pemrograman sendiri. Namun dengan dirilisnya source code PHP/FI ke publik, perkembangan PHP/FI menjadi sangat pesat.

Saat itu Lerdorf berkata: I don’t know how to stop it, there was never any intent to write a programming language (aku tidak tahu bagaimana cara menghentikannya, tidak pernah terpikir bagiku untuk membuat sebuah bahasa pemrograman baru).
²http://php.net/manual/en/history.php.php¹https://en.wikipedia.org/wiki/PHP

³https://groups.google.com/forum/#!msg/comp.infosystems.www.authoring.cgi/PyJ25gZ6z7A/M9FkTUVDfcwJ

http://web.archive.org/web/20130729213507id_/http://itc.conversationsnetwork.org/shows/detail58.html

PHP/FI : Personal Home Page/Forms Interpreter 2

PHP 2 atau lebih lengkapnya Personal Home Page/Forms Interpreter 2 dirilis Rasmus Lerdorf pada tahun 1996 dengan penambahan fitur seperti struktur logika IF ELSE, serta peningkatan performa dibandingkan versi PHP 1. PHP versi 2 ini dirancang Lerdorf pada saat mengerjakan sebuah proyek di University of Toronto yang membutuhkan pengolahan data dan tampilan web yang rumit.

PHP 2 cukup populer digunakan oleh programmer saat itu, tetapi memiliki masalah dengan kestabilan program yang kurang bisa diandalkan. Hal ini lebih dikarenakan Lerdorf hanya bekerja sendiri dalam mengembangkan PHP.

 

PHP: Hypertext Preprocessor 3

Sekitar tahun 1997, Zeev Suraski dan Andi Gutmans ikut mengambil bagian dalam pengem- bangan PHP. Mereka membuat ulang parsing engine PHP agar lebih stabil. Proses membuat ulang parsing engine ini bisa diibaratkan dengan menulis ulang seluruh kode program PHP.

Ditambah dengan dengan dukungan berbagai programmer lainnya, proyek PHP secara perlahan mulai beralih dari proyek satu orang menjadi proyek massal yang lebih akrab kita kenal sebagai open-source project. PHP selanjutnya dikembangkan oleh The PHP Group yang terdiri dari kumpulan programmer dari seluruh dunia.

Akhirnya pada tahun 1998 PHP versi 3 dirilis ke publik. Perilisan PHP 3 juga ditandai dengan perubahan singkatan PHP yang sebelumnya PHP/FI: Personal Home Page Tools, menjadi PHP: Hypertext Preprocessor. Perubahan ini juga menandakan bahwa PHP lebih dari sekedar tool (alat) untuk membuat halaman web pribadi.

Kebanyakan syntax atau perintah dasar PHP yang akan kita pelajari dalam buku ini berasal dari PHP 3. Pada puncaknya, PHP 3 digunakan oleh sekitar 10% web server di seluruh dunia.


Gambar: Pengembang utama PHP: Rasmus Lerdorf (kiri), Andi Gutmans (tengah) dan Zeev Suraski (kanan) (sumber: wikipedia) 

PHP: Hypertext Preprocessor 4

Beberapa tahun setelahnya (tepatnya pada 22 Mei tahun 2000) PHP versi 4 dirilis. Parsing engine

PHP 4 kembali dibuat ulang oleh Zeev Suraski dan Andi Gutmans, dan dinamakan Zend Engine (gabungan dari nama Zeev dan Andi). Zend Engine memperbaiki performa PHP dari versi sebelumnya terutama untuk memproses data yang kompleks.

PHP versi 4 membawa banyak fitur baru, seperti HTTP sessions, output buffering, dan mem- perkenalkan Object Oriented Programming (OOP / pemrograman berbasis objek). Walaupun demikian, OOP pada PHP 4 masih belum sempurna.

Zeev Suraski dan Andi Gutmans kemudian mendirikan Zend Technologies. Perusa- haan ini mengembangakan berbagai produk terkait PHP, seperti Zend Server, Zend Stu- dio, Zend Framework, dan Zend Engine. Situs resminya beralamat di: www.zend.com.


Gambar: Situs Zend Technologies, www.zend.com 

PHP: Hypertext Preprocessor 5

Memperbaiki versi PHP sebelumnya, PHP 5 diluncurkan pada 13 Juli 2004. PHP 5 telah mendukung penuh pemrograman object (perbaikan dari PHP 4) serta peningkatan performa melalui Zend Engine versi 2.

PHP 5 juga menyertakan banyak fitur baru, seperti PDO (PHP Data Objects) untuk pengaksesan

database, closures, trait, dan namespaces.

Hingga saat ini, PHP 5 adalah versi PHP yang paling banyak digunakan. Ini karena sejak pertama kali dirilis pada 13 Juli 2004, hingga akhir November 2015 lalu, PHP tidak merilis versi 6 (penjelasannya akan saya bahas setelah ini). Selama 11 tahun tersebut, PHP hanya menggunakan penomoran minor, seperti 5.1, 5.2, hingga 5.6 (versi terakhir).
www.zend.com

PHP: Hypertext Preprocessor 6

Versi lanjutan dari PHP, yakni PHP 6 sebenarnya telah lama dikembangkan, dimulai sejak tahun 2005 (satu tahun setelah PHP 5 dirilis). Fokus pengembangan PHP 6 terutama untuk mendukung Unicode, agar PHP bisa digunakan dengan berbagai jenis karakter bahasa non-latin.

Dalam perjalanannya, performa PHP 6 ternyata tidak memuaskan. Dukungan untuk unicode membuat PHP berjalan lebih lambat. Selain itu fitur unicode sebenarnya tidak terlalu dibu- tuhkan. Ditambah dengan beberapa permasalahan lain, pengembangan PHP 6 menemui jalan buntu dan akhirnya dihentikan.

Fitur-fitur yang telah dirancang untuk PHP 6 akhirnya ditambahkan ke PHP 5. Terhentinya pengembangan PHP 6 membuat PHP seolah-olah ‘stagnan’ dan berhenti pada PHP 5.

PHP: Hypertext Preprocessor 7

Pada tanggal 3 Desember 2015, PHP 7 resmi dirilis. Perubahan yang paling terlihat adalah peningkatan performa. Menggunakan Zend Engine 3, PHP 7 di-klaim berjalan 2 kali lebih cepat daripada PHP 5.6.

Core engine PHP 7 berasal dari proyek eksperimen phpng (PHP next generation), yang dikem- bangkan oleh Dmitry Stogov, Xinchen Hui dan Nikita Popov. Proyek ini menggunakan pendekatan modern agar PHP diproses dengan lebih cepat, seperti teknik just-in-time (JIT) compiler.

Selain performa yang meningkat, terdapat beberapa fitur baru di PHP 7, seperti combined comparison operator atau dikenal dengan spacehip operator “<=>”, anonymous classes, dan dukungan yang lebih stabil untuk server 64-bit.

Beberapa fitur yang sudah ‘usang’ (deprecated) juga dihapus, seperti penulisan PHP dengan ASP style <% %> dan <script language=php> </script>. Kedua cara ini sudah tidak bisa digunakan lagi. Penggunaan mysql extension juga dihapus, karena sudah digantikan dengan mysqli extension.

Terdapat hal unik dalam penamaan versi PHP. Sebelum PHP 7, versi terakhir dari PHP adalah PHP 5. Kemana PHP 6?

Setelah perdebatan yang cukup panjang, tim dibalik pengembangan PHP mengambil voting dan memutuskan tidak menamai PHP terbaru dengan PHP 6, tapi PHP 7. Tujuannya, agar menghindari kebingungan dengan buku PHP 6 yang sudah lama beredar. Versi PHP akan langsung ‘loncat’ dari PHP 5 menjadi PHP 7. Dengan kata lain, PHP 6 ‘tidak pernah dilahirkan’.

Karena masih sangat baru, penggunaan PHP 7 belum begitu banyak. Agar lebih universal, dalam buku ini saya akan menggunakan PHP versi 5.6.15.

Namun, hampir seluruh pembahasan yang ada juga tetap berjalan di PHP 7. Bahkan mungkin juga bisa berjalan di PHP 4. Ini karena walaupun PHP akan terus berkembang, konsep dasarnya tidak banyak berubah. Tipe data dasar seperti string, integer, boolen, struktur if dan looping tidak berubah sejak PHP 3. Perubahan yang ada dalam versi PHP 7 lebih banyak kepada fitur-fitur lanjutan.

2.2   Logo dan Maskot PHP 

PHP menggunakan logo resmi berupa tulisan PHP hitam di dalam lingkaran oval. Diakses dari wikipedia, PHP juga memiliki logo yang menggunakan font berwarna putih dan terkesan lebih modern.


Gambar: Logo resmi PHP dari situs php.net (kiri) Logo PHP dari wikipedia (kanan)

Selain itu, PHP juga memiliki maskot seekor gajah berwarna biru yang dikenal dengan elePH- Pant. Logo ini didesain oleh Vincent Pontier.


Gambar: Maskot gajah PHP: elePHPant 

2.3   Kepopuleran PHP 

Ketika ingin mempelajari sebuah bahasa pemrograman baru, salah satu pertimbangan adalah seberapa populer bahasa tersebut. Apakah sudah terlalu ‘tua’ sehingga sudah mulai ditinggalkan, atau terlalu baru dan belum jelas masa depannya.

Berbeda dengan HTML, CSS dan JavaScript yang ‘memonopoli’ bidangnya masing-masing, PHP memiliki banyak pesaing. Untuk merancang tampilan web, kita harus menggunakan HTML dan CSS, belum ada bahasa pemrograman lain yang bisa menggantikan keduanya. Tetapi kita bisa menggunakan bahasa pemrograman ASP atau Python untuk menggantikan PHP.

Saat ini, bahasa pemrograman web berbasis server (server side programming language), terdiri
http://www.elroubio.net

dari beberapa pilihan: PHP, ASP.NET, JAVA, ColdFusion, Ruby, Perl, Python, dll. Bagaimana tingkat popularitas penggunaan bahasa pemrograman ini?

Berikut grafik tingkat penggunaan server side programming language yang disurvey oleh situs w3techs.com :


Gambar: Persentase penggunaan server side programming language dari survey situs w3techs.com (diakses 8 Desember 2015)

Grafik diatas memperlihatkan tingkat penggunaan server side programming language. PHP digunakan oleh 80% lebih web server diseluruh dunia. Pesaing terdekat PHP adalah bahasa pem- rograman ASP.NET buatan Microsoft yang dipakai oleh 16% web server. Hal ini memperlihatkan, walaupun PHP sudah berumur 20 tahun lebih, tapi masih sangat populer dan menjadi bahasa pemrograman yang wajib dikuasai saat ini.

Jika anda berencana membuat website ‘online’ dan menyewa web hosting, Mayoritas web hosting menyediakan server dengan bahasa PHP secara default (baik perusahaan hosting dalam negeri maupun luar negeri).

Dari 81,6% web server yang menggunakan PHP, versi PHP berapa yang paling banyak digu- nakan? berikut grafiknya:


Gambar: Versi PHP yang banyak digunakan)

Dari grafik terlihat versi PHP yang paling banyak digunakan adalah versi 5. Ini tidak menge- jutkan, karena PHP 5 sudah beredar selama 11 tahun. PHP 7 sebagai penerus versi PHP juga baru saja dirilis.

Butuh waktu yang tidak sebentar untuk peralihan dari PHP 5 ke PHP 7. Prediksi saya, baru  1
http://w3techs.com/technologies/overview/programming_language/all

atau 2 tahun lagi PHP 7 bisa menggantikan posisi PHP 5 sebagai versi PHP yang paling banyak digunakan. Itupun dengan catatan framework PHP dan CMS Populer seperti wordpress juga ber-migrasi ke PHP 7.

Related Posts

Categorised in:

No comment for Sejarah dan Perkembangan PHP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *