Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » PHP » Mengenal Aplikasi XAMPP

Mengenal Aplikasi XAMPP

(322 Views) March 23, 2017 11:17 am | Published by | No comment

Pada bab pertama, saya telah membahas sekilas bagaimana cara PHP berkerja. PHP membu- tuhkan aplikasi web server untuk menerjemahkan kode-kode PHP menjadi HTML. Di dalam web server inilah nantinya kode PHP akan ditempatkan.

Terdapat berbagai aplikasi web server, seperti: Apache, Nginx, Microsoft IIS, dan LiteSpeed. Saat ini Apache web server menjadi web server yang paling banyak digunakan. Selain Apache, Nginx juga sering dipilih, karena dianggap lebih ringan dan membutuhkan sumber daya (processor dan memory RAM) yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan Apache.
Perlu menjadi catatan bahwa web server dan PHP adalah 2 aplikasi yang berbeda dan saling terpisah. Memproses kode PHP merupakan salah satu fungsi dari web server. Sebuah web server bisa mendukung bahasa PHP, ASP, Python, dan bahasa pemrograman web lainnya.

Gambar: Tren Penggunaan Web Server dari situs w3techs.com
Untuk membuat proses instalasi semakin rumit, kita harus menginstall web server dan PHP secara terpisah. Kemudian, mengatur agar keduanya bisa saling ‘berkomunikasi’. Jika nanti butuh aplikasi database server seperti MySQL, kita juga harus menghubungkannya dengan web server. Bagi pemula, menginstall satu-satu aplikasi ini (dan mengatur konfigurasinya) bisa membuat sakit kepala.

Untungnya, terdapat aplikasi yang ‘membundle’ paket web server + PHP + MySQL ke dalam 1 kali proses instalasi. Dengan menginstall aplikasi ‘paket’ ini, kita sudah mendapatkan 3 aplikasi lengkap (dan settingannya) sehingga sudah siap pakai.

Salah satu aplikasi ‘bundle’ ini adalah XAMPP. Nama aplikasi XAMPP terdiri dari paket yang ada di dalamnya. X (berarti cross-platform, maksudnya tersedia dalam berbagai sistem operasi), Apache Web Server, MySQL Database Server, PHP dan Perl. Selain aplikasi ini, XAMPP juga menyertakan aplikasi pelengkap seperti phpMyAdmin, File Zilla FTP Server, Mercury Mail Server, dll.

XAMPP tersedia gratis dan bisa di download melalui situs resminya di: apachefriends.org¹.


Gambar: Situs apachefriend.org

Mengenal AMP Stack

XAMPP adalah salah satu aplikasi yang dikenal sebagai AMP Stack. AMP merupakan singkatan dari Apache Web Server, MySQL Database Server, dan PHP. Dalam pengembangan web, ketiga aplikasi ini sangat populer digunakan.

Jika AMP Stack dijalankan di sistem operasi Windows, namanya menjadi WAMP (Windows- Apache-MySQL-PHP). Jika dijalankan di OS Linux, menjadi LAMP (Linux-Apache-MySQL- PHP). Untuk Mac OS dikenal sebagai MAMP (Mac-Apache-MySQL-PHP). Anda akan sering menemukan istilah-istilah ini ketika membahas tentang instalasi PHP.

Selain XAMPP, aplikasi AMP Stack populer lain adalah WAMP Server², AMPPS³ , dan BitNami WAMPStack.

MySQL vs MariaDB
¹http://apachefriends.orgJika anda sudah membuka situs XAMPP di apachefriends.org, ada sebuah pegumuman penting. Mulai dari versi 5.5.30 keatas, XAMPP tidak lagi menggunakan MySQL, tetapi MariaDB. Kemana MySQL?

²http://www.wampserver.com/en

³http://www.ampps.com

https://bitnami.com/stack/wamp

Tidak dapat dipungkiri bahwa MySQL adalah aplikasi database paling terkenal dan paling banyak digunakan untuk pengembangan web. Jika digabung menjadi PHP-MySQL, keduanya merupakan aplikasi yang sangat powerfull dan digunakan pada jutaan situs di internet. Ini tidak lepas dari lisensi MySQL yang open source dan bisa digunakan secara gratis.

Pada tahun 2008, perusahaan dibalik MySQL, yakni MySQL AB dibeli oleh Sun Microsystems (perusahaan yang mengembangkan bahasa pemrograman JAVA). Satu tahun setelahnya, giliran Sun Microsystems yang dibeli oleh raksasa industri database: Oracle.

Banyak kalangan yang menyayangkan hal ini, karena besar kemungkinan Oracle akan meng- anaktirikan MySQL. Ini terbukti sejak berada di tangan Oracle, pengembangan MySQL sedikit melambat.

Untuk menghindari suatu saat MySQL ‘dihapus’ oleh Oracle, kalangan programmer bersatu untuk membuat database server ‘cloningan’ MySQL, dan lahirlah MariaDB. Salah satu program- mer inti dibalik MariaDB tidak lain adalah Monty Widenius, yang dulunya juga ‘melahirkan’ MySQL.

Jadi, apa beda MySQL dengan MariaDB?

Karena menggunakan source code yang sama dengan MySQL, MariaDB sangat mirip dengan MySQL. Setiap kode program yang ditulis untuk MySQL, hampir dipastikan juga berjalan di MariaDB, termasuk fungsi mysqli_connect() yang menghubungkan PHP dan MySQL. Selain itu, MariaDB memiliki fitur-fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh MySQL.

Tetap diakui bahwa nama MariaDB masih relatif asing. MySQL jauh lebih populer. XAMPP versi terbaru sepertinya ‘memaksa’ kita untuk beralih dari MySQL ke MariaDB. Namun seperti yang saya tulis sebelumnya, secara teknis MariaDB nyaris sama dengan MySQL. Anda tidak akan menyadari bahwa XAMPP versi baru menggunakan MariaDB, bukan MySQL.

Bagi kita sebagai web programmer, perubahan seperti ini akan selalu hadir. Pertanyaannya, apakah kita siap (dan mampu) mengikuti perubahan. Untuk kasus MySQL vs MariaDB, hal ini tidak terlalu masalah, karena tidak ada perubahan dari segi kode program.

Jika anda ingin menggunakan MySQL ‘asli’ bisa menggunakan XAMPP versi 5.5.24 kebawah.

Karena kode PHP yang digunakan untuk mengakses MariaDB sama dengan kode program untuk MySQL, selain dari bab ini saya tetap menggunakan istilah ‘MySQL’, walaupun yang kita gunakan adalah MariaDB.

Related Posts

Categorised in:

No comment for Mengenal Aplikasi XAMPP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *