Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » CodeIgniter » Installasi CodeIgniter

Installasi CodeIgniter

(1089 Views) March 25, 2017 9:40 am | Published by | No comment

Agar dapat menggunakan CodeIgniter, Anda harus menginstall dan melakukan konfigurasi terhadap CodeIgniter terlebih dahulu. Installasi CodeIgniter sangatlah mudah. Dengan menggunakan konfigurasi default saja maka CodeIgniter sudah dapat berjalan di web server Anda. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam menginstall CodeIgniter adalah
Mempersiapkan Web Server
Seperti yang kita tahu bahwa PHP adalah bahasa pemrograman website yang berjalan disisi server oleh karena itu untuk dapat menjalankan website yang dibuat dengan menggunakan PHP, di komputer harus terinstall aplikasi web server yang mendukung PHP. Banyak sekali aplikasi web server yang beredar, salah satu web server yang sangat terkenal dan juga bersifat bebas adalah web server Apache, sebuah web server yang digunakan pada sebagian server yang ada di internet.
Untuk website yang melibatkan basis data sebagai tempat penyimpanan datanya maka tidak perlu bingung karena CodeIgniter juga mendukung berbagai jenis server basis data, yaitu MySQL, MySQLi, MS SQL, PostgreeSQL, Oracle, dan SQLite. CodeIgniter juga bisa dijalankan di semua sistem operasi yang bisa menjalankan aplikasi-aplikasi di atas, baik Windows, Linux, BSD dan yang lainnya.
Instalasi CodeIgniter
Instalasi CodeIgniter sangat mudah. Meskipun namanya instalasi tetapi karena CodeIgniter adalah aplikasi berbasis website maka sebenarnya yang perlu dilakukan adalah meng-copy folder aplikasi CodeIgniter ke dalam folder htdocs atau DocumentRoot dari web server yang telah diinstall sebelumnya. Berbeda dengan instalasi software pada umumnya. Sebelum melakukan instalasi yang perlu dilakukan pertama kali adalah mendapatkan kode sumber dari CodeIgniter itu sendiri yang dapat didownload di http://www.CodeIgniter.com/. Selanjutnya letakkan folder hasil ekstrak tadi di DocumentRoot web server, yaitu folder htdocs didalam direktori C:\\apachefriends\xampp bagi
yang menggunakan XAMPP di Windows atau /var/www/html bagi yang menggunakan linux (semua tergantung dimana anda menginstall dan mengkonfigurasi webserver).
Dengan menggunakan konfigurasi default saja maka CodeIgniter sudah dapat berjalan di web server Anda. Adapun struktur utama dari CodeIgniter terbagi menjadi dua bagian, yaitu application dan sistem/core CodeIgniter. Application adalah tempat kita meletakkan code yang akan dibuat (bewarna merah dan hijau sedangkan sistem/core CodeIgniter yang bewarna ungu) .
Folder sistem berisi library-library dan helper bawaan CodeIgniter.

Gambar 4. Struktur Direktori CodeIgniter
Adapun susunan folder CodeIgniter secara default adalah:
*) Folder application: disinilah aplikasi yang akan kita bangun diletakkan.

  • Folder config – tempat menyimpan semua file konfigurasi yang ada di dalam aplikasi, mulai dari database, router dan autoload aplikasi.
  • Folder controllers – tempat menyimpan semua file controller.F
  • older errors – tempat menyimpan semua template error aplikasi.
  • Folder helpers – tempat menyimpan helper-helper yang bukan berasal dari CI.
  • Folder hooks – tempat menyimpan hook yang digunakan untuk mengubah alur fungsi dari core CI.
  • Folder language – tempat menyimpan bahasa-bahasa yang akan di gunakan.
  • Folder libraries – tempat menyimpan semua library buatan kita sendiri.
  • Folder models – tempat menyimpan semua model.
  • Folder views – tempat menyimpan semua file view aplikasi

*) Folder system menyimpan semua file baik itu file aplikasi yang dibuat maupun core frameworknya.

  • Folder cache – tempat menyimpan semua cache yang dibuat caching library.
  • Folder codeigniter – tempat menyimpan semua semua file internals CI.
  • Folder database – tempat menyimpan semua driver database drivers dan class yang akan digunakan.
  • Folder fonts – tempat menyimpan semua font yang digunakan image manipulation library.
  • Folder helpers – tempat menyimpan semua helper core CI.
  • Folder language – tempat menyimpan semua language core CI.
  • Folder libaries – tempat menyimpan semua library core CI
  • Folder logs – tempat menyimpan semua logs generated oleh CI.
  • Folder plugin – tempat menyimpan semua plugin core CI.
  • Folder scaffolding – tempat menyimpan semua file yang berfungsi sebagai scaffolding .

*)Folder user_guide berisi userguide/manual penggunaan CI.
*)File index.php file yang akan menghandle semua request yang dilakukan oleh client.
Setelah meletakkan CodeIgniter ke dalam folder htdocs maka akan didapatkan tampilan seperti di bawah ini, artinya CodeIgniter telah sukses berjalan di aplikasi Anda.

Gambar 5. Tampilan browser ketika sukses menginstall Codeigniter
Adapun checklist yang harus dilakukan untuk menjalankan CodeIgniter secara default adalah
· Pastikan Apache dan PHP telah terinstall dan berjalan di komputer.
· Pastikan peletakkan source code CodeIgniter di folder/direktory web apache (biasanya htdocs)
dan memiliki permission setidak-tidaknya read only atau kode 644.

Related Posts

Categorised in:

No comment for Installasi CodeIgniter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *