Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » PHP » Cara Kerja PHP dan Web Server

Cara Kerja PHP dan Web Server

(287 Views) March 22, 2017 4:09 pm | Published by | No comment

Pembahasan berikut ini mungkin terasa sedikit rumit, tapi sangat penting untuk bisa memahami “apa itu PHP”. Saya akan mengajak anda melihat bagaimana cara kerja PHP dalam menghasilkan kode HTML. Agar bisa memahaminya, kita juga harus membahas fungsi dari web server.

Memproses kode PHP hanya salah satu fungsi dari web server. Agar bisa diakses dari internet, file HTML, CSS, JavaScript, PHP dan berbagai file pembangun sebuah website, harus ditem- patkan ke dalam web server. Disini web server berfungsi sebagai pengatur arus lalu lintas data dari dan ke web browser pengunjung.

Untuk situs online, web server ini berada di komputer perusahaan web hosting. Sebagai contoh, situs topsourcecode dibangun dengan PHP (menggunakan WordPress). Seluruh file PHP ini saya tempatkan di web hosting.

Cara HTML di Proses Oleh Web Server

Pertama, mari kita lihat bagaimana proses menampilkan halawan web statis yang terdiri dari HTML saja (tanpa PHP). Perhatikan gambar berikut:


Gambar: Proses menampilkan halaman HTML oleh web server

Berikut penjelasan diagram diatas:

  1. Pada saat kita membuka web browser (seperti Google Chrome atau Mozilla Firefox) dan mengetikkan alamat sebuah situs (misalkan com/index.html) lalu menekan tombol Enter, sebuah permintaan (request) dikirim dari web browser kepada web server.
  2. Web server akan mencari file yang diminta oleh web browser (client). Dalam conton ini, file yang ingin dicari adalah file html. Karena file ini terdiri dari kode HTML saja, web server akan langsung mengirimkan file tersebut kepada web browser tanpa melakukan pemrosesan.

 

Keitka file dari server sampai di web browser, web browser selanjutnya menerjemahkan kode HTML ini dan menampilkannya di komputer pengunjung.

Dalam skenario diatas, file HTML yang dimaksud juga bisa terdiri dari kode CSS dan JavaScript. Semua kode ini termasuk kedalam bahasa pemrograman client side, sehingga tidak butuh diproses oleh web server.

Ini juga yang menjadi alasan pada saat menjalankan kode HTML dan CSS secara offline, kita tidak memerlukan web server (seperti seluruh file latihan dalam buku HTML Uncover dan CSS Uncover).

Menyambung analogi tentang restoran, permintaan file HTML ini bisa diibaratkan dengan menyajikan buah-buahan segar. Koki di dapur (server) hanya tinggal memotong buah-buahan dan langsung menyajikannya. Jika pun terpaksa, kita bisa membeli buah-buah sendiri, yang sama artinya dengan menjalankan file HTML langsung ke browser (tidak perlu web server)

Cara PHP di Proses Oleh Web Server

Bagaimana jika file yang akan dijalankan adalah adalah file PHP? Mari kita lihat diagram proses web dinamis yang menggunakan PHP:


Gambar: Proses menampilkan halaman PHP oleh web server

Penjelasan diagram diatas adalah sebagai berikut:

  1. Web browser melakukan permintaan file kepada web server, misalkan yang diminta adalah file php pada situs www.topsourcecode.com sehingga alamat yang diketik di dalam web browser adalah: www.topsourcecode.com/index.php
  1. Ketika user menekan tombol Enter, permintaan (request) akan dikirim kepada web Web server kemudian melihat file apa yang diminta. Karena file yang diminta berisi kode PHP, maka web server akan ‘memanggil’ modul PHP dan melakukan pemrosesan sesuai dengan aturan PHP.
  2. Pada saat web server memproses kode PHP, file php bisa saja memiliki perintah untuk mengambil data dari Proses permintaan ini selanjutnya dikirim lagi ke database server, misalnya database MySQL.
  3. Database server akan memproses permintaan dari PHP dan mengirimkan hasilnya. Proses ini bisa berupa pencarian data, mengisi data baru, mengubah data yang sudah ada, atau menghapus data yang ada di dalam database. Seluruh perintah ini ditulis dengan PHP.
  4. Modul PHP yang terdapat di dalam web server kemudian menyerahkan hasil proses kepada web Web server kemudian mengenerate kode PHP menjadi HTML.
  5. Kode HTML hasil dari pemrosesan selanjutnya dikirim ke web browser (client) untuk ditampilkan.

 

Dalam gambar diatas, saya menambahkan garis putus-putus yang melingkupi web server dan PHP untuk mempertegas bahwa PHP merupakan bagian dari web server. Untuk menjalankan PHP kita harus meletakkan file PHP di dalam web server.

Kembali ke analogi restoran, menjalankan file PHP bisa disamakan dengan restoran yang mampu menyajikan makanan apapun sesuai permintaan. Restoran seperti ini akan sangat fleksibel, karena bisa menyajikan nasi uduk, nasi padang, pizza hingga spagetti. Jika bumbu masakan tidak tersedia, koki bisa menyuruh anggotanya untuk mencari ke pasar (ke database server).

Namun berbeda dengan restoran ‘impian’ yang mengharuskan kita menunggu sangat lama hingga makanan tiba, PHP diproses dengan sangat cepat. Selain itu kita juga bisa mengopti- malkan kode-kode PHP dan membuatnya dijalankan hampir sama dengan kode HTML ‘biasa’.

Jika ini adalah pertama kalinya anda belajar PHP, penjelasan diatas mungkin terasa membin- gungkan. Dan ini sangat dapat dimaklumi.

Alur proses kerja ini akan semakin jelas ketika kita telah menjalankan beberapa kode program PHP. Oleh karena itu, jika anda belum begitu paham dengan penjelasan diatas, saya sarankan kembali kesini setelah menjalankan 1 atau 2 kode program PHP.

Dalam bab selanjutnya, saya akan mengajak anda untuk mendengar perjalanan panjang kisah PHP, mulai dari awal kemunculannya di tahun 1994 hingga PHP versi 7 yang baru saja rilis beberapa waktu yang lalu.

Related Posts

Categorised in:

No comment for Cara Kerja PHP dan Web Server

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *